Archive for the ‘Wonogiren’ Category

Ada bayangan merah, siswi kelas XI kesurupan

setanmerahBy Trianto Heri Suryono on 25 Mei 201

Wonogiri (Espos)–Kejadian kesurupan menimpa siswi kelas XI SMAN 1 Pracimantoro, Wonogiri, Selasa (25/5).    Berapa siswa yang terkena masih simpang siur, namun pihak sekolah mampu menyadarkan kembali siswinya yang tertimpa kesurupan itu.

Keterangan yang diperoleh Espos menyebutkan kejadian kesurupan menimpa para siswi di SMAN 1 Pracimantoro itu. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 09.00 WIB atau saat mata pelajaran Bahasa Indonesia. Mayoritas pelajar yang terkena adalah siswi jurusan IPA. Tidak diketahui apa penyebab awalnya, sehingga tiba-tiba siswi di kelas itu menjerit-jerit.

(more…)

Belasan rumah di Wonogiri terendam banjir

Wonogiri (Espos) --Belasan rumah di Lingkungan Sukorejo dan Kedungringin, Kelurahan Giritirto, Wonogiri kembali terendam banjir akibat meluapnya air Sungai Bengawan Solo. Hingga Minggu (16/5), ketinggian air masih mencapai perut orang dewasa.

(more…)

Bangunan rusak, Museum Karst belum dibuka untuk umum

By on 18 Februari 2010
musium karst dunia Wonogiri (Espos)–Meski sudah diresmikan sejak lebih    dari setengah tahun lalu, Museum Karst Dunia di        Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri  belum juga dibuka untuk umum. Belakangan, bahkan  tersiar kabar beberapa bagian di dalam bangunan      museum itu mulai mengalami kerusakan seperti atap  yang bocor dan cat tembok mengelupas.

(more…)

Gelombang Capai 3 meter, Nelayan dilarang Melaut

Wonogiri (Espos)–Pemerintah Desa Paranggupito melarang nelayan untuk melaut atau memasang jaring di daerah Pantai Selatan. Adanya gempa susulan Senin (7/9) malam berskala 6,8 Richter mengakibatkan gelombang air laut naik mencapai 3 meter. Meskipun gempa susulan yang terjadi pada pukul 23:12 WIB tersebut tidak berpotensi tsunami tetapi warga di daerah paranggupito merasa waswas. Mengingat sebelumnya pada Rabu (2/9), gempa berkekuatan 7,3 Richter mengguncang Jawa. Menurut Kepala Desa Paranggupito, Suprihono, karena kondisi alam masih labil dan beberapa kali terjadi gempa pihaknya melarang nelayan untuk melaut maupun memasang jaring di areal pantai. “Saya sudah memantau keadaan pantai dan laut, saya minta nelayan tidak melaut dulu,” jelas dia ketika dihubungi Espos, Selasa (8/9). Dia mengatakan, pada saat gempa sepekan lalu kondisi air laut mulai pasang surut dan tidak menentu, sehingga nelayan tidak berani melaut. Menurutnya, setelah beberapa hari gelombang air laut sempat normal yakni dikisaran 1 meter hingga 2 meter, sejumlah nelayan pun sudah kembali melaut. Karena bukan musim panen lobster, sambung dia, jumlah nelayan cenderung menurun.

sumber : solopos

Kekeringan di daerah selatan Sumber air Seropan segera difungsikan

Wonogiri (Espos) Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra) berupaya melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk mengatasi permasalahan kekeringan di Wonogiri bagian selatan. (more…)

Free T-Mobile Phones on Sale | Thanks to CD Rates, Best New Business and Registry Software