Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Wonogiri terancam kekurangan guru

guruBy mufid on 10 Februari 2010

Wonogiri (Espos)–Kabupaten Wonogiri terancam kekurangan guru dalam jumlah besar menyusul akan adanya 1.500-an guru yang pensiun pada 2013 mendatang. Apalagi, pengadaan guru saat ini sangat tergantung pada kuota dari Kementerian Pendayagunaan  Aparatur Negara (PAN).

Komisi IV DPRD Wonogiri, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pelaksanaan dana alokasi khusus (DAK) ke Kecamatan Karangtengah mendapati masih banyaknya SD yang kekurangan guru. Bahkan ada SD yang hanya memiliki empat guru.

(more…)

Tawangharjo manfaatkan lahan pasang surut WGM

Giriwoyo (Espos) Petani Desa Tawangharjo, Giriwoyo, akhir pekan lalu, panen raya tanaman jagung yang ditanam di lahan kering di sekitar Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Tanaman jagung ditanam di lahan pasang surut WGM seluas tiga hektare dan sepenuhnya menggunakan pupuk organik.
”Para petani memanfaatkan lahan pasang surut waduk. Karena sekarang musim kemarau, maka air waduk surut dan lahan itu ditanami jagung dengan benih dari pioneer,” ujar Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Wonogiri, H Mulyadi, kepada Espos Senin (19/10).
Mulyadi menyatakan panen raya kali pertama dengan penggunaan pupuk organik dihadiri anggota Komisi B DPRD Jateng, Subandi Pr dan wakil Asosiasi Petani Indonesia (API) Edi.
”Tanaman itu masih demplot, sehingga jika berhasil baik akan dikembangkan di seluruh lahan pasang surut waduk Gajah Mungkur.”
Lebih lanjut Mulyadi mengatakan dalam panen raya yang digelar di rumah Sulardi dari Kelompok Tani (Kelomtan) Ngudi Rejeki itu juga digelar temu wicara petani.
“Ada permintaan dari petani berupa traktor dan mesin penghancur pupuk organik. Guna mendukung program penggunaan pupuk organik, ada kesanggupan dari HKTI dan API bahwa petani Tawangharjo akan diberi bantuan berupa mesin penghancur bahan baku pembuatan pupuk organik.” – Oleh : tus

Sumber  : http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h42&id=291833

Sumatra Barat Diguncang Gempa

Turut Beruka atas musibah yang menimpa saudara kita di Sumatra Barat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Segenap pengurus Giriwoyo Online
mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Gelombang Capai 3 meter, Nelayan dilarang Melaut

Wonogiri (Espos)–Pemerintah Desa Paranggupito melarang nelayan untuk melaut atau memasang jaring di daerah Pantai Selatan. Adanya gempa susulan Senin (7/9) malam berskala 6,8 Richter mengakibatkan gelombang air laut naik mencapai 3 meter. Meskipun gempa susulan yang terjadi pada pukul 23:12 WIB tersebut tidak berpotensi tsunami tetapi warga di daerah paranggupito merasa waswas. Mengingat sebelumnya pada Rabu (2/9), gempa berkekuatan 7,3 Richter mengguncang Jawa. Menurut Kepala Desa Paranggupito, Suprihono, karena kondisi alam masih labil dan beberapa kali terjadi gempa pihaknya melarang nelayan untuk melaut maupun memasang jaring di areal pantai. “Saya sudah memantau keadaan pantai dan laut, saya minta nelayan tidak melaut dulu,” jelas dia ketika dihubungi Espos, Selasa (8/9). Dia mengatakan, pada saat gempa sepekan lalu kondisi air laut mulai pasang surut dan tidak menentu, sehingga nelayan tidak berani melaut. Menurutnya, setelah beberapa hari gelombang air laut sempat normal yakni dikisaran 1 meter hingga 2 meter, sejumlah nelayan pun sudah kembali melaut. Karena bukan musim panen lobster, sambung dia, jumlah nelayan cenderung menurun.

sumber : solopos

Free T-Mobile Phones on Sale | Thanks to CD Rates, Best New Business and Registry Software