Giriwoyo (Espos) Petani Desa Tawangharjo, Giriwoyo, akhir pekan lalu, panen raya tanaman jagung yang ditanam di lahan kering di sekitar Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.
Tanaman jagung ditanam di lahan pasang surut WGM seluas tiga hektare dan sepenuhnya menggunakan pupuk organik.
”Para petani memanfaatkan lahan pasang surut waduk. Karena sekarang musim kemarau, maka air waduk surut dan lahan itu ditanami jagung dengan benih dari pioneer,” ujar Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Wonogiri, H Mulyadi, kepada Espos Senin (19/10).
Mulyadi menyatakan panen raya kali pertama dengan penggunaan pupuk organik dihadiri anggota Komisi B DPRD Jateng, Subandi Pr dan wakil Asosiasi Petani Indonesia (API) Edi.
”Tanaman itu masih demplot, sehingga jika berhasil baik akan dikembangkan di seluruh lahan pasang surut waduk Gajah Mungkur.”
Lebih lanjut Mulyadi mengatakan dalam panen raya yang digelar di rumah Sulardi dari Kelompok Tani (Kelomtan) Ngudi Rejeki itu juga digelar temu wicara petani.
“Ada permintaan dari petani berupa traktor dan mesin penghancur pupuk organik. Guna mendukung program penggunaan pupuk organik, ada kesanggupan dari HKTI dan API bahwa petani Tawangharjo akan diberi bantuan berupa mesin penghancur bahan baku pembuatan pupuk organik.” – Oleh : tus
Sumber : http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h42&id=291833